Irwan Djohan Center (IDC) Banda Aceh

Home

Info

Contact

Daftar

Irwan Djohan Bangun Kembali Tugu Titik Nol Banda Aceh, Destinasi Sejarah Tanah Rencong

TEMPO.COJakarta – Tugu titik nol Banda Aceh merupakan salah satu situs sejarah di tanah Rencong yang kini tengah dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Jamaluddin mengatakan pembangunan tugu titik nol Banda Aceh diperlukan sebagai pengingat sejarah di Aceh. Titik nol yang berada di kawasan Gampong Pande, Kecamatan Kuta Raja itu merupakan cikal bakal lahirnya ibu kota provinsi Aceh.

Tugu tersebut bertuliskan “Nol kilometer Banda Aceh. Inilah tempat awal mulanya Kota Banda Aceh sejak didirikan oleh Sultan Johan Syah yaitu pada hari Jumat tanggal 1 Ramadhan 601 H (22 April 1205 M)”.

Kota Banda Aceh pun menjadi salah satu kota Islam tertua di Asia Tenggara. Sultan Johan Syah sendiri merupakan sultan pertama kerajaan Darussalam, kerajaan Islam yang didirikan setelah runtuhnya kerajaan Indra Purba.

Jamaluddin mengatakan pembangunan tugu itu telah selesai dilakukan sesuai dengan kontraknya. Namun, masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi jika mengacu pada Detail Engineering Design (DED).

“Anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 995 juta dari APBA tahun 2020 untuk pekerjaan fisik, dan tahun 2019 lalu untuk penyusunan DED kawasan ini,” kata Jamaluddin, Rabu lalu.

Di sekitar kawasan tugu dibangun taman beserta sarana pendukung lainnya yang pantas dijadikan lokasi berswafoto. Para pedagang di sekitar lokasi juga akan ditata.

Dengan penataan itu, diharapkan akan makin banyak wisatawan yang berkunjung ke lokasi bersejarah tersebut. Lokasi tugu yang berdekatan dengan pantai Kampung Jawa juga diharapkan bisa lebih menarik wisatawan.

Sebelumnya, tugu tersebut kurang terawat. Di sekitarnya kerap banyak sampah dan genangan air.

“Jangankan dirawat, diperhatikan pun tidak. Ternyata teman-teman pemandu wisata tidak pernah bawa turis ke sini, karena memang mereka malu, kalau dibawa kesini kondisinya tidak baik citra Aceh dan Banda Aceh,” kata Anggota DPR asal Aceh Teuku Irwan Djohan. Ia pun kemudian mengusulkan renovasi tugu tersebut melalui Disparbud Aceh. []

Sumber : Tempo